Header Ads

Engkau Alasan aku selalu Merindukan Dia

Zara Nadia Akhyar
Zara Nadia Akhyar With Father
Zara Nadia Akhyar, nama itu yang kuberikan tepat jam 06:00 Wita tanggal 22 Maret 2012. ya dia adalah putri saya. kini dia berusia 9 bulan kala tulisan spesial ini saya buat untuknya. entah mengapa saat sebulan yang lalu dikarenakan permintaan yang sangat sulit untuk menolak dari neneknya, sayapun mengizinkan agar Zara (sapaan yang akrab buat putriku) dibawa untuk tinggal bersama neneknya. selama sebulan tidak tinggal bersama dengannya perasaan saya ada yang hilang dalam keluarga kecil kami, putriku ini sangat suka tersenyum dan memiliki ekspresi dan prilaku yang begitu lucu. bahkan ini pun selalu menjadi alasan saya selalu ingin cepat pulang dari kantor.




saya mencintai keluarga kecilku, dan menaruh perhatian penuh kepada putriku. dalam kesadaranku saya selalu berfikir kelak ketika mereka besar, mereka akan belajar menilai lelaki yang menjadi pasangan hidupnya dan akan mencari yang lebih baik dari ayahnya dalam segala hal. Dia akan belajar banyak bagaimana sosok lelaki dan itu berangkat dari ayahnya.

ketika dia datang aku tak henti hentinya menciumnya, tatapan matanya yang disertai senyuman yang indah menyapaku dari jauh seolah saat dia baru tiba menyampaikan kabar kerinduan. ya sudah seperti itulah ikatan yang mendalam antara ayah dan anak entahlah. namun perasaan ini sangat sulitku deskripsikan dengan jelas, ekspresi kerinduan dan kebahagiaan menjadi satu.

saya pernah membaca bahwa sosok ayah itu jauh lebih berarti dari 1000 guru disekolah, saya banyak sependapat dengan pemahaman itu. ada hal yang tak mereka dapatkan di bangku sekolah atau pendidikan formal, bagaimana dia mengenal sepertia apa semestinya peranan antara laki laki dan perempuan dalam keluarga, masyarakat dan secara pribadi. 

dalam benakku, saya selalu berfikir kelak jika aku tak dapat lagi memeluknya, menciumnya, dan menggendongnya, dia akan selalu mengenal bahwa dia memiliki ayah yang begitu mencintainya, saat saat dimana aku menggendongnya kala dia kecil yang hal tersebut tidak akan berulang lagi kelak, berbicara kepada alam semesta dan berterima kasih kepada Tuhan, karena telah menciptakan putri yang luarbiasa dan menitipkannya kepadaku. kelak jika ayah tak lagi bersama mu, pesan ini kusampaikan padamu, bahwa ayah selalu mencintai kalian dan akan selalu berada disamping kalian, dalam pelukan hangat dan cerita yang luarbiasa.

11 comments:

  1. perlu translate google dlu keknya ini kak.. wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Fokas : hehehehehe.... sepertinya demikian itu bro..

    ReplyDelete
  3. Moga di umur zara yg ke 16, zara bisa membaca tulisan ayahnya.. :D
    Maklum masa transisi di situ kak :D

    ReplyDelete
  4. Moga di umur zara yg ke 16, zara bisa membaca tulisan ayahnya.. :D
    Maklum masa transisi di situ kak :D

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagian oleh sang pencipta...

    ReplyDelete
  8. ikut comment ya...
    artikel yg bagus, mau aku copy paste ya

    ReplyDelete
  9. Menyentuh ,, bikin rindu pace dikejauhan sana

    ReplyDelete

Powered by Blogger.